BONE — Musyawarah Daerah (Musda) Gabungan Hidayatullah Zona Bosowa yang diikuti DPD Bone, Soppeng, dan Wajo resmi ditutup oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan, Dr. Muh. Sholeh Utsman, S.S., M.I.Kom, pada Senin sore (22/12/2025).
Penutupan berlangsung di Aula Kampus Pesantren Al-Hikmah Panyula, Bone, setelah seluruh agenda musyawarah tuntas dilaksanakan dalam satu hari penuh.
Dalam sambutan penutupnya di hadapan peserta Musda yang terdiri atas unsur DPW, Dewan Murabbi Wilayah (DMW), pengurus DPD, Mushida, dan amal usaha dari tiga kabupaten zona Bosowa, Ustadz Sholeh menekankan pentingnya kader Hidayatullah menapaki jalan dakwah secara terstruktur, berjamaah, dan berada dalam barisan yang rapi.
Ustadz Dr. Sholeh mengawali sambutannya dengan sebuah kisah pengalaman ketika ia mendampingi proses lamaran seorang santrinya. Seusai prosesi lamaran, calon mertua santri tersebut menanyakan satu hal mendasar, “Apakah sudah mengikuti marhalah wustha?”
Pertanyaan itu dijawab jujur bahwa yang bersangkutan belum menuntaskan tahapan tersebut. Menyikapi hal itu, Ustadz Sholeh segera mengarahkan santrinya untuk berangkat mengikuti daurah marhalah wustha di salah satu daerah.
Tiga hari kemudian, ia kembali menghubungi calon mertua santri itu untuk menyampaikan bahwa marhalah wustha telah ditunaikan dengan baik.
Berangkat dari itu, Ketua DPW menegaskan keyakinannya terhadap masa depan kader Hidayatullah.
Ia menyitir sabda Nabi tentang keselamatan umat, lalu menegaskan, “Kalau Nabi mengatakan kullu ummati yadkhulunal jannah, maka saya juga ingin mengatakan: kullu kader Hidayatullah yadkhulunal jannah.”
Menurutnya, hal itu karena kader Hidayatullah diwajibkan menempuh proses marhalah, berhalaqah, serta menjalani sistematika wahyu mulai dari Al-‘Alaq, Al-Qalam, Al-Muzzammil, Al-Muddatstsir, hingga Al-Fatihah.
“Persyaratan apa lagi yang menghalangi mereka masuk surga, jika jalan ini dijaga dengan istiqamah?” ujarnya, seraya menguatkan dengan dalil-dalil Nabawi yang menyebut surga secara langsung sebagai balasan untuk amalan-amalan tertentu.
Ia juga mengingatkan pentingnya berjihad dalam barisan, bukan berjalan sendiri. Mengutip ayat innallaha yuhibbulladzina yuqatiluna fi sabilihi shaffan, Ustadz Sholeh menegaskan bahwa perjuangan dakwah menuntut keteraturan, kepemimpinan, dan ketaatan dalam jamaah.
“Tidak cukup disebut mujahid jika ia berjalan sendiri. Jihad harus dalam shaf, dalam barisan. Jika tidak, maka itu belum haqqa jihadihi,” tegasnya.
Dalam konteks pengabdian, Ketua DPW menyampaikan bahwa jalan dakwah adalah jalan keselamatan bagi seorang mukmin. Menurutnya, kebahagiaan sejati orang beriman hanya hadir ketika harta, tenaga, dan hidupnya bermuara pada iman dan jihad.
“Harta yang tidak digunakan untuk dakwah, membantu agama, dan perjuangan umat, itu bukan kebahagiaan, tetapi derita,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar seluruh pengurus dan kader senantiasa melibatkan Allah dalam setiap kerja dakwah, khususnya melalui doa-doa yang tulus, agar Allah menjaga amal dari kerusakan, menutup pintu-pintu fitnah, dan menanamkan kesadaran bahwa tidak ada kekuatan dan kehebatan selain milik Allah semata.
Sebelum menutup Musda secara resmi, Ustadz Sholeh menyampaikan pantun penutup sebagaimana pada Musda di zona sebelumnya, lalu menutup rangkaian acara dengan hamdalah.
Dengan penutupan ini, Musda Gabungan Zona Bosowa resmi berakhir dan seluruh keputusan musyawarah dinyatakan berlaku. Selanjutnya, agenda Musda Gabungan Hidayatullah Sulawesi Selatan akan berlanjut ke Zona Luwu Raya pada Rabu (24/12/2025) dan Zona Ajattapareng pada Jumat (26/12/2025).



